Rabu, 17 November 2010

Kyuu Chan 5

Kyuu, Futa, Hikaru dan geng 'Naughty' sedang asyik-asyiknya berkumpul. Sekarang mereka sangat akrab. Hikaru juga tidak malu-malu. Dia memang anaknya berani.
"Eh, kau tahu ?? Hikaru sangat suka peribahasa 'Warau Mon niwa Fuku Kitaru'. Dan sekarang kita sedang tertawa-tawa"
"Aku pemegang teguh peribahasa itu"
"Hikaru, aku sangat kagum denganmu"puji Ichigo.
"Hikaru berani sekali. Dan nggak cerewet seperti Kyuu"puji Kai.
"Memuji Hikaru, sih. Tapi meledek aku !!"
"Ichigo ... Aku minta tisu, ya ! Tolong ambilkan juga"Futa menutup hidungnya dengan telapak tangan.
"Ada apa, Futa ?? Ini !"
Futa mengelap hidungnya. Lalu dia berjalan menuju kamar mandi cepat-cepat. Geng Naughty sangat heran dengan sikap Futa. Apalagi Kyuu dan Hikaru.
"Futa tidak seperti biasanya"kata Kyuu.
"Sejak saat itu ..."Ichigo memandang langit-langit.
"Apa ?"
"Dia sangat terpukul atas pindahnya Kyuu. Dia sering menangis di kelas. Bicara sendiri pun dia sering. Tapi, kalau aku lihat dia sedang menelpon Kyuu, suaranya sangat ceria. Seolah-olah dia sangat ceria, bahagia. Padahal dia akhir-akhir ini sangat lemah. Kyuu bisa bantu, kan ?"
"Ng ... Pasti aku bantu, Ichigo. Futa itu sahabatku"Kyuu mengelap air mata yang menetes dari matanya.
"Sungguh malang, deh. Futa itu sangat semangat"Hikaru berkomentar.
"HEY KALIAN MEMBICARAKAN AKU, YA ?"jerit Futa.
"Ah, Futa. Kamu istirahat saja, Futa. Sepertinya mukamu pucat banget"
"Nggak, nggak. Ini sih biasa. Suhu tubuhku sekarang nggak begitu jelas"
"Itu harus ditangani, Futa. Kamu harus istirahat sekarang. Ini permintaanku, Futa. Orang yang kamu lupakan semenjak kamu kecelakaan"
"Oh, baiklah. Aku menyerah"
"Sekarang cepat tidur saja"Hikaru tak sengaja mendorong Futa yang langsung jatuh.
Keadaan memburuk. Futa menjerit kesakitan, dia mengeluh, terus mengatakan bahwa dia merasa sangat pusing. Dan dia merasa suhu sedang sangat dingin, sehingga tangannya tak berhenti bergerak, mencari selimut tebal yang ada di dekatnya. Atau mencari jaket.
"Futa, ada apa ??"tanya Kyuu. Suasana hening. "Futa tolong jawab !!"
"A ... a ... aku ... me ... me ... merasa kedi ... kedinginan ... dan kepalaku ... pu ... pusing se ... se ... sekali"jawab Futa sambil memeluk selimut tebal di sofa, yang biasa digunakan Ichigo untuk tidur-tiduran.
"Kita bawa saja Futa ke rumah sakit !!! Keadaan Futa sangat mengkhawatirkan, kita telpon ibu Futa dan ay ... Maaf, Futa. Bukan maksud menyinggungmu"usul Kai. Kai sempat menutup mulutnya saat mau mengatakan 'ayah'. Karena memang ayah Futa sudang meninggal dunia.
"Ti ... tidak masalah ... sekarang aku merasa ... lebih baik se ... sedikit saja"jelas Futa.
"Futa, tapi kalau tidak dibawa ke rumah sakit, resikonya sangat tinggi. Menyebabkan kema ... kematian"air mata Kyuu terus bercucuran, yang lainnya juga. Kyuu sudah merasa putus asa, walaupun sebenarnya tidak boleh putus asa ...
"Aku ... aku siap akan ke ... kematianku"Futa masih menggigil, tapi terlihat dari ekspresinya, dia terlihat sangat pasrah, menerima kematian yang datang menghampirinya.
Kyuu dan Hikaru bergerak cepat. Mereka menelpon ambulans, dan seketika ambulans datang menjemput Futa yang sekarat, yang terus menggigil kedinginan. Padahal suhu AC tidak dingin, sudah 28 derajat celcius.
Sesampainya di rumah sakit ...
Futa masih tetap menggigil, padahal AC tidak dinyalakan. Rambutnya juga acak-acakan sekali, banyak rambut yang rontok. Kulitnya pucat sekali ... Padahal dia terkenal dengan sebutan 'Yellow Cute Girl'. Tapi sekarang ... benar-benar berbeda dengan Futa yang dulu.
"Futa, membaikkah keadaanmu ?"tanya Miika.
"Ng ... tidak terlalu. Aku tidak menggigil seperti tadi"jelas Futa. Tapi jelas terlihat bahwa Futa itu sedang berusaha melawan kesakitan di sekujur tubuhnya.
Perlahan-lahan detak jantung Futa memelan, semakin pelan, dan pelan. Nyaris tak terdengar lagi. Matanya juga perlahan-lahan menutup, nafasnya tak terdengar jelas. Jarinya yang dari tadi mencengkram keras lengan Kyuu, perlahan-lahan melemas, dan cengkramannya tidak terasa lagi. Tapi Futa berusaha berbicara sedikit lagi.
"Selamat tinggal ... semua sahabatku. Ingat aku selamanya ..."suara Futa nyaris tak terdengar, tetapi Kyuu menangkap suara Futa. Kyuu langsung menjerit keras, sangat keras. Mengganggu orang yang ada di ruangan lain. Tapi itu sangat wajar, karena Kyuu sudah lama sekali menjalin persahabatan bersama Futa.
Ibu Futa memasuki ruangan. Air matanya berlinang. Ibu Futa terus memandang jasad putri sematawayangnya, yang sedang tersenyum dalam keadaan tak bernyawa. Tapi ibunya Futa tidak sama sekali menjerit, meringis, menyesali kematian Futa. Justru malah tersenyum, mengelus-elus pipi Futa yang lembut dan pucat.
"Selamat tinggal putriku ... Ibu akan merindukanmu sampai ibu mendampingimu disana, tempat dimana Futa disambut oleh serangkaian bunga anggrek kesukaan Futa, disambut oleh barisan bidadari yang sangat cantik yang Futa dambakan, menyaksikan kematian Futa yang sangat indah di bioskop raksasa disana, dan Futa pasti bahagia disana. Ibu sayang Futa. Sangat cinta Futa. Futa itu anak satu-satunya ibu. Futa sangat baik. Futa ikhlas menerima kematian Futa. Futa sangat mulia. Futa tak akan ibu lupakan selamanya, selamanya, sampai ibu juga mati seperti Futa"suara ibu Futa terdengar sangat ikhlas, dan suaranya sangat lembut. Kyuu yang mendengarnya semakin keras menjerit, walaupun menjerit hanya di dalam hati.
"Futa, aku berjanji nggak akan melupakan Futa. Futa itu sahabat terbaikku sepanjang masa"Kyuu memeluk jasad Futa.
"Futa sangat baik kepadaku. Aku berjanji akan menyimpan tas rajutan Futa selamanya. Celakakan aku jika tas itu hilang"sergah Hikaru.
"Kami selalu menyayangimu"ucap geng 'Naughty' bersamaan, sambil menyeka air mata yang terus mengalir deras dari mata.
Sejak saat itu, Kyuu, Hikaru dan geng Naughty menjadi sangat akrab. Dan mereka juga menepati setiap janji mereka untuk Futa yang sangat mereka sayangi. Mereka ikhlas menerima kematian Futa. Mereka terus menerus berusaha menjaga nama 'Futa', dan menjadikan Futa orang yang perlu diteladani.

Tamat

1 komentar: