Chikuma itu sekarang udah dapet alatnya, tapi dia itu penggantiku. Jadi , niatnya aku mau nyerahin alatku ke Chikuma. Eeh, ternyata Eriko dateng, dia minta aku digantiin sama dia. Nah lho ?? Terus, datenglah Arisa, dia minta aku digantiin sama dia ... Wah, akhirnya Akari stress , deh XP . Tapi , tapi , tapi , Akari sih mikir kalo alat Akari buat Chikuma aja, dan bersisa 2 alat. Eriko dan Arisa fighting *plak*. Yang lebih jago, dapet alatnya temen Akari. Dan yang kalah, alias juara terakhir, dapet alat yang bekas Chikuma *yang boloong*. Ahahaaa , XP
Sabtu, 04 Desember 2010
Duuuh , gimana niih ??
Mungkin ini karena Akari sendiri, ya ? Uuh , sebel deh. Akari jadi super-duber bingung. Apalagi ternyata Akari punya 3 pengganti. Waah , bingung banget deh. Bantuin doong , pliss . Arghhh , Akari stress juga nih, lama-lama. Jadi gini, lho :
Sabtu, 20 November 2010
Congratulations !!
Selamat dari Akari untuk adik kelas Akari, Chikuma Ebisawa !! Asyiik deeh , bisa jdi pengganti Akari nnti .. !! Sekali lgi Akari ngucapin CONGRATULATIONS buat Chikuma .. Sabar ya buat Eriko Tatsuya , pasti Eriko juga akan dapet !! Dan Arisa Higashiyama , yg katanya mau juga .. SABAR YEE .. Insya Allah smua dapat !! ( Cuma ada tiga , kok ?? ) Eh , sebulan lagi Akari keluar ... Tapi Akari mauuuu banget terus ikut sampe Akari puaas !! Adduh , pengen banngeet .. Tapi Akari kan mau naik SMP , Akari nggak mungkin nerusin , apalagi ade kelas Akari udah nunggu banget naik jabatan ( ahahaha ) , oke deh . Akari wajib keluar sebulan lagi .. :'(
Rabu, 17 November 2010
Kyuu Chan 5
Kyuu, Futa, Hikaru dan geng 'Naughty' sedang asyik-asyiknya berkumpul. Sekarang mereka sangat akrab. Hikaru juga tidak malu-malu. Dia memang anaknya berani.
"Eh, kau tahu ?? Hikaru sangat suka peribahasa 'Warau Mon niwa Fuku Kitaru'. Dan sekarang kita sedang tertawa-tawa"
"Aku pemegang teguh peribahasa itu"
"Hikaru, aku sangat kagum denganmu"puji Ichigo.
"Hikaru berani sekali. Dan nggak cerewet seperti Kyuu"puji Kai.
"Memuji Hikaru, sih. Tapi meledek aku !!"
"Ichigo ... Aku minta tisu, ya ! Tolong ambilkan juga"Futa menutup hidungnya dengan telapak tangan.
"Ada apa, Futa ?? Ini !"
Futa mengelap hidungnya. Lalu dia berjalan menuju kamar mandi cepat-cepat. Geng Naughty sangat heran dengan sikap Futa. Apalagi Kyuu dan Hikaru.
"Futa tidak seperti biasanya"kata Kyuu.
"Sejak saat itu ..."Ichigo memandang langit-langit.
"Apa ?"
"Dia sangat terpukul atas pindahnya Kyuu. Dia sering menangis di kelas. Bicara sendiri pun dia sering. Tapi, kalau aku lihat dia sedang menelpon Kyuu, suaranya sangat ceria. Seolah-olah dia sangat ceria, bahagia. Padahal dia akhir-akhir ini sangat lemah. Kyuu bisa bantu, kan ?"
"Ng ... Pasti aku bantu, Ichigo. Futa itu sahabatku"Kyuu mengelap air mata yang menetes dari matanya.
"Sungguh malang, deh. Futa itu sangat semangat"Hikaru berkomentar.
"HEY KALIAN MEMBICARAKAN AKU, YA ?"jerit Futa.
"Ah, Futa. Kamu istirahat saja, Futa. Sepertinya mukamu pucat banget"
"Nggak, nggak. Ini sih biasa. Suhu tubuhku sekarang nggak begitu jelas"
"Itu harus ditangani, Futa. Kamu harus istirahat sekarang. Ini permintaanku, Futa. Orang yang kamu lupakan semenjak kamu kecelakaan"
"Oh, baiklah. Aku menyerah"
"Sekarang cepat tidur saja"Hikaru tak sengaja mendorong Futa yang langsung jatuh.
Keadaan memburuk. Futa menjerit kesakitan, dia mengeluh, terus mengatakan bahwa dia merasa sangat pusing. Dan dia merasa suhu sedang sangat dingin, sehingga tangannya tak berhenti bergerak, mencari selimut tebal yang ada di dekatnya. Atau mencari jaket.
"Futa, ada apa ??"tanya Kyuu. Suasana hening. "Futa tolong jawab !!"
"A ... a ... aku ... me ... me ... merasa kedi ... kedinginan ... dan kepalaku ... pu ... pusing se ... se ... sekali"jawab Futa sambil memeluk selimut tebal di sofa, yang biasa digunakan Ichigo untuk tidur-tiduran.
"Kita bawa saja Futa ke rumah sakit !!! Keadaan Futa sangat mengkhawatirkan, kita telpon ibu Futa dan ay ... Maaf, Futa. Bukan maksud menyinggungmu"usul Kai. Kai sempat menutup mulutnya saat mau mengatakan 'ayah'. Karena memang ayah Futa sudang meninggal dunia.
"Ti ... tidak masalah ... sekarang aku merasa ... lebih baik se ... sedikit saja"jelas Futa.
"Futa, tapi kalau tidak dibawa ke rumah sakit, resikonya sangat tinggi. Menyebabkan kema ... kematian"air mata Kyuu terus bercucuran, yang lainnya juga. Kyuu sudah merasa putus asa, walaupun sebenarnya tidak boleh putus asa ...
"Aku ... aku siap akan ke ... kematianku"Futa masih menggigil, tapi terlihat dari ekspresinya, dia terlihat sangat pasrah, menerima kematian yang datang menghampirinya.
Kyuu dan Hikaru bergerak cepat. Mereka menelpon ambulans, dan seketika ambulans datang menjemput Futa yang sekarat, yang terus menggigil kedinginan. Padahal suhu AC tidak dingin, sudah 28 derajat celcius.
Sesampainya di rumah sakit ...
Futa masih tetap menggigil, padahal AC tidak dinyalakan. Rambutnya juga acak-acakan sekali, banyak rambut yang rontok. Kulitnya pucat sekali ... Padahal dia terkenal dengan sebutan 'Yellow Cute Girl'. Tapi sekarang ... benar-benar berbeda dengan Futa yang dulu.
"Futa, membaikkah keadaanmu ?"tanya Miika.
"Ng ... tidak terlalu. Aku tidak menggigil seperti tadi"jelas Futa. Tapi jelas terlihat bahwa Futa itu sedang berusaha melawan kesakitan di sekujur tubuhnya.
Perlahan-lahan detak jantung Futa memelan, semakin pelan, dan pelan. Nyaris tak terdengar lagi. Matanya juga perlahan-lahan menutup, nafasnya tak terdengar jelas. Jarinya yang dari tadi mencengkram keras lengan Kyuu, perlahan-lahan melemas, dan cengkramannya tidak terasa lagi. Tapi Futa berusaha berbicara sedikit lagi.
"Selamat tinggal ... semua sahabatku. Ingat aku selamanya ..."suara Futa nyaris tak terdengar, tetapi Kyuu menangkap suara Futa. Kyuu langsung menjerit keras, sangat keras. Mengganggu orang yang ada di ruangan lain. Tapi itu sangat wajar, karena Kyuu sudah lama sekali menjalin persahabatan bersama Futa.
Ibu Futa memasuki ruangan. Air matanya berlinang. Ibu Futa terus memandang jasad putri sematawayangnya, yang sedang tersenyum dalam keadaan tak bernyawa. Tapi ibunya Futa tidak sama sekali menjerit, meringis, menyesali kematian Futa. Justru malah tersenyum, mengelus-elus pipi Futa yang lembut dan pucat.
"Selamat tinggal putriku ... Ibu akan merindukanmu sampai ibu mendampingimu disana, tempat dimana Futa disambut oleh serangkaian bunga anggrek kesukaan Futa, disambut oleh barisan bidadari yang sangat cantik yang Futa dambakan, menyaksikan kematian Futa yang sangat indah di bioskop raksasa disana, dan Futa pasti bahagia disana. Ibu sayang Futa. Sangat cinta Futa. Futa itu anak satu-satunya ibu. Futa sangat baik. Futa ikhlas menerima kematian Futa. Futa sangat mulia. Futa tak akan ibu lupakan selamanya, selamanya, sampai ibu juga mati seperti Futa"suara ibu Futa terdengar sangat ikhlas, dan suaranya sangat lembut. Kyuu yang mendengarnya semakin keras menjerit, walaupun menjerit hanya di dalam hati.
"Futa, aku berjanji nggak akan melupakan Futa. Futa itu sahabat terbaikku sepanjang masa"Kyuu memeluk jasad Futa.
"Futa sangat baik kepadaku. Aku berjanji akan menyimpan tas rajutan Futa selamanya. Celakakan aku jika tas itu hilang"sergah Hikaru.
"Kami selalu menyayangimu"ucap geng 'Naughty' bersamaan, sambil menyeka air mata yang terus mengalir deras dari mata.
Sejak saat itu, Kyuu, Hikaru dan geng Naughty menjadi sangat akrab. Dan mereka juga menepati setiap janji mereka untuk Futa yang sangat mereka sayangi. Mereka ikhlas menerima kematian Futa. Mereka terus menerus berusaha menjaga nama 'Futa', dan menjadikan Futa orang yang perlu diteladani.
Tamat
"Eh, kau tahu ?? Hikaru sangat suka peribahasa 'Warau Mon niwa Fuku Kitaru'. Dan sekarang kita sedang tertawa-tawa"
"Aku pemegang teguh peribahasa itu"
"Hikaru, aku sangat kagum denganmu"puji Ichigo.
"Hikaru berani sekali. Dan nggak cerewet seperti Kyuu"puji Kai.
"Memuji Hikaru, sih. Tapi meledek aku !!"
"Ichigo ... Aku minta tisu, ya ! Tolong ambilkan juga"Futa menutup hidungnya dengan telapak tangan.
"Ada apa, Futa ?? Ini !"
Futa mengelap hidungnya. Lalu dia berjalan menuju kamar mandi cepat-cepat. Geng Naughty sangat heran dengan sikap Futa. Apalagi Kyuu dan Hikaru.
"Futa tidak seperti biasanya"kata Kyuu.
"Sejak saat itu ..."Ichigo memandang langit-langit.
"Apa ?"
"Dia sangat terpukul atas pindahnya Kyuu. Dia sering menangis di kelas. Bicara sendiri pun dia sering. Tapi, kalau aku lihat dia sedang menelpon Kyuu, suaranya sangat ceria. Seolah-olah dia sangat ceria, bahagia. Padahal dia akhir-akhir ini sangat lemah. Kyuu bisa bantu, kan ?"
"Ng ... Pasti aku bantu, Ichigo. Futa itu sahabatku"Kyuu mengelap air mata yang menetes dari matanya.
"Sungguh malang, deh. Futa itu sangat semangat"Hikaru berkomentar.
"HEY KALIAN MEMBICARAKAN AKU, YA ?"jerit Futa.
"Ah, Futa. Kamu istirahat saja, Futa. Sepertinya mukamu pucat banget"
"Nggak, nggak. Ini sih biasa. Suhu tubuhku sekarang nggak begitu jelas"
"Itu harus ditangani, Futa. Kamu harus istirahat sekarang. Ini permintaanku, Futa. Orang yang kamu lupakan semenjak kamu kecelakaan"
"Oh, baiklah. Aku menyerah"
"Sekarang cepat tidur saja"Hikaru tak sengaja mendorong Futa yang langsung jatuh.
Keadaan memburuk. Futa menjerit kesakitan, dia mengeluh, terus mengatakan bahwa dia merasa sangat pusing. Dan dia merasa suhu sedang sangat dingin, sehingga tangannya tak berhenti bergerak, mencari selimut tebal yang ada di dekatnya. Atau mencari jaket.
"Futa, ada apa ??"tanya Kyuu. Suasana hening. "Futa tolong jawab !!"
"A ... a ... aku ... me ... me ... merasa kedi ... kedinginan ... dan kepalaku ... pu ... pusing se ... se ... sekali"jawab Futa sambil memeluk selimut tebal di sofa, yang biasa digunakan Ichigo untuk tidur-tiduran.
"Kita bawa saja Futa ke rumah sakit !!! Keadaan Futa sangat mengkhawatirkan, kita telpon ibu Futa dan ay ... Maaf, Futa. Bukan maksud menyinggungmu"usul Kai. Kai sempat menutup mulutnya saat mau mengatakan 'ayah'. Karena memang ayah Futa sudang meninggal dunia.
"Ti ... tidak masalah ... sekarang aku merasa ... lebih baik se ... sedikit saja"jelas Futa.
"Futa, tapi kalau tidak dibawa ke rumah sakit, resikonya sangat tinggi. Menyebabkan kema ... kematian"air mata Kyuu terus bercucuran, yang lainnya juga. Kyuu sudah merasa putus asa, walaupun sebenarnya tidak boleh putus asa ...
"Aku ... aku siap akan ke ... kematianku"Futa masih menggigil, tapi terlihat dari ekspresinya, dia terlihat sangat pasrah, menerima kematian yang datang menghampirinya.
Kyuu dan Hikaru bergerak cepat. Mereka menelpon ambulans, dan seketika ambulans datang menjemput Futa yang sekarat, yang terus menggigil kedinginan. Padahal suhu AC tidak dingin, sudah 28 derajat celcius.
Sesampainya di rumah sakit ...
Futa masih tetap menggigil, padahal AC tidak dinyalakan. Rambutnya juga acak-acakan sekali, banyak rambut yang rontok. Kulitnya pucat sekali ... Padahal dia terkenal dengan sebutan 'Yellow Cute Girl'. Tapi sekarang ... benar-benar berbeda dengan Futa yang dulu.
"Futa, membaikkah keadaanmu ?"tanya Miika.
"Ng ... tidak terlalu. Aku tidak menggigil seperti tadi"jelas Futa. Tapi jelas terlihat bahwa Futa itu sedang berusaha melawan kesakitan di sekujur tubuhnya.
Perlahan-lahan detak jantung Futa memelan, semakin pelan, dan pelan. Nyaris tak terdengar lagi. Matanya juga perlahan-lahan menutup, nafasnya tak terdengar jelas. Jarinya yang dari tadi mencengkram keras lengan Kyuu, perlahan-lahan melemas, dan cengkramannya tidak terasa lagi. Tapi Futa berusaha berbicara sedikit lagi.
"Selamat tinggal ... semua sahabatku. Ingat aku selamanya ..."suara Futa nyaris tak terdengar, tetapi Kyuu menangkap suara Futa. Kyuu langsung menjerit keras, sangat keras. Mengganggu orang yang ada di ruangan lain. Tapi itu sangat wajar, karena Kyuu sudah lama sekali menjalin persahabatan bersama Futa.
Ibu Futa memasuki ruangan. Air matanya berlinang. Ibu Futa terus memandang jasad putri sematawayangnya, yang sedang tersenyum dalam keadaan tak bernyawa. Tapi ibunya Futa tidak sama sekali menjerit, meringis, menyesali kematian Futa. Justru malah tersenyum, mengelus-elus pipi Futa yang lembut dan pucat.
"Selamat tinggal putriku ... Ibu akan merindukanmu sampai ibu mendampingimu disana, tempat dimana Futa disambut oleh serangkaian bunga anggrek kesukaan Futa, disambut oleh barisan bidadari yang sangat cantik yang Futa dambakan, menyaksikan kematian Futa yang sangat indah di bioskop raksasa disana, dan Futa pasti bahagia disana. Ibu sayang Futa. Sangat cinta Futa. Futa itu anak satu-satunya ibu. Futa sangat baik. Futa ikhlas menerima kematian Futa. Futa sangat mulia. Futa tak akan ibu lupakan selamanya, selamanya, sampai ibu juga mati seperti Futa"suara ibu Futa terdengar sangat ikhlas, dan suaranya sangat lembut. Kyuu yang mendengarnya semakin keras menjerit, walaupun menjerit hanya di dalam hati.
"Futa, aku berjanji nggak akan melupakan Futa. Futa itu sahabat terbaikku sepanjang masa"Kyuu memeluk jasad Futa.
"Futa sangat baik kepadaku. Aku berjanji akan menyimpan tas rajutan Futa selamanya. Celakakan aku jika tas itu hilang"sergah Hikaru.
"Kami selalu menyayangimu"ucap geng 'Naughty' bersamaan, sambil menyeka air mata yang terus mengalir deras dari mata.
Sejak saat itu, Kyuu, Hikaru dan geng Naughty menjadi sangat akrab. Dan mereka juga menepati setiap janji mereka untuk Futa yang sangat mereka sayangi. Mereka ikhlas menerima kematian Futa. Mereka terus menerus berusaha menjaga nama 'Futa', dan menjadikan Futa orang yang perlu diteladani.
Tamat
Kyuu Chan 4
Kyuu dan Hikaru sudah sampai di Osaka. Mereka pun dengan cepat berjalan menuju rumah Futa yang tak jauh jika berjalan.
"Nggak sabar ngeliat raut wajah Futa"
"Aku yakin aku harus berkenalan ulang dengan Futa. Huh, menyebalkan"
"Nanti aku kenalkan, deh"
"Seharusnya aku yang mengenalkanmu ke Futa !"
Mereka mengobrol sepanjang jalan sampai akhirnya sampai tepat di depan rumah Futa. Rumahnya sangat besar, wajar, Futa memang orang kaya. Mereka pun mengetuk pintu rumah Futa sangat keras. Sampai ibu Futa keluar dari rumah.
"Ibu Najikawa, apakah Futa-nya ada ?"tanya Kyuu dengan cepat.
"Hmmm ... Futa, ya ? Dia ada di kamarnya, entah mengapa dia merenung terus"
"Kami boleh masuk ?"tanya Hikaru.
"Kamu Hikari Kajirise, kan ? Tentu saja boleh. Kyuu juga boleh"
"Iya, aku Hikari"
Kyuu dan Hikari melangkah sangat pelan menuju kamar Futa. Lalu mengetuk pintunya pelan-pelan, agar tidak mengganggu Futa.
"JANGAN GANGGU FUTA NAJIKAWA !"teriak Futa dari dalam kamar.
"Futa, ini aku ! Aku ! Kyuu sahabatmu !"
Futa membuka pintu. Dia sedang menangis di dalam kamar, entah kenapa. Tapi setelah menemui Kyuu, raut wajahnya berubah. Hati Futa berbunga-bunga, penuh dengan keceriaan dan dia memang sangat bahagia menemui sahabatnya. Rambutnya acak-acakan, bajunya dipenuhi tetesan air mata, dan terdapat tetesan berwarna merah, seperti darah.
"Kyuu ! Aku kangen banget denganmu !"Futa memeluk Kyuu.
"Lho, Futa ? Kok di bajumu ada darah ?"
"Eh ... Hikaru ?"Futa memandang Hikaru lama. "HIKARU SAHABAT DEKATKU !!!"
Hikaru sangat senang, terlihat dari wajahnya. Kyuu juga meneteskan air mata haru. Akhirnya mereka berdua bersatu, seperti impian Kyuu.
"Akhirnya Futa bersatu lagi dengan Hikaru"Kyuu tersenyum. Walaupun rasanya seperti hatinya ditusuk-tusuk.
"Aku tetap jadi sahabatmu yang paling dekat, Kyuu"Futa mengusap air matanya.
"Futa, jawab dulu pertanyaanku !"Hikaru memegang pundah Futa. "Kenapa bajumu penuh darah ??"
"Ng ... ng ... Ini gak kenapa-napa kok, Hikaru ! Mungkin aku cuma mimisan tadi"
"Mimisan di umur 16 tahun itu jarang sekali ! Kecuali yang ..."
"Tenanglah, Hikaru !"
"BERPENYAKIT !"Hikaru terisak.
"Nggak kok, aku nggak berpenyakit. Itu biasa saja. Mungkin cuma kurang minum"Futa mengelap darah dari hidungnya. Lagi-lagi dia mimisan.
Suasana hening. Hikaru masih menangis, menjerit-jerit. Takut sahabat dekatnya, yang sudah lama tidak bertemu itu ... berpenyakit. Padahal terakhir dia bertemu Futa, sangat ceria. Futa sangat sehat. Tapi sekarang ... rambutnya semakin tipis, kulitnya juga pucat. Sungguh mengenaskan menurut Hikaru.
"Daripada memikirkan yang seperti itu, kita main komputer saja, deh"usul Futa.
"Futa, jujurlah padaku. Aku ini sahabatmu yang berhak tau apa pun yang Futa derita. Futa harus mengatakannya. Apa penyakit Futa ? Kok aku belum tau ?"Kyuu menyipitkan matanya.
"Aku takut Kyuu dan Hikaru menjauhkan aku karena takut kecewa"
"Futa, aku berjanji tak akan meninggalkanmu lagi"janji Hikaru.
"Aku mempunyai penyakit yang parah, Hikaru. Aku divonis akan meninggal dalam waktu dekat. Aku terus memikirkan hal itu, terus menerus. Tapi, aku mempunyai keputusan untuk tidak mengungkit-ungkit hal itu. Aku ingin seolah-olah kematianku tidak akan diketahui alasannya, hanya mama, papa dan aku"
"Lalu penyakit Futa itu apa ?"tanya Kyuu.
"Kanker otak. Tapi Kyuu berjanji nggak akan ngejauhin aku, kan ?"
"Tentu saja tidak, Futa"
Kyuu, Futa dan Hikaru akhirnya tidak membicarakan topik itu lagi. Mereka berkeliling di Osaka, menuju tempat nongkrong geng 'Naughty'.
"Ini nih, perubahan pos Naughty. Banyak banget"jelas Futa.
"Indah banget. Ngomong-ngomong anggota geng Naughty-nya pada kemana ?"
"Mungkin lagi di dalam"
Mereka memasuki ruangan pos Naughty, yang sekarang sangat indah. Padahal, dulu itu pos Naughty bergaya Gothic. Sekarang ... Pinky Cute. Indahnya.
"Kyuu !! Futa !! Dan yang satunya !!"panggil Ichigo.
"Ichigo cantik sekali. Benar-benar imut, cantik banget. Apalagi, sekarang Ichigo lebih rapi. Penampilannya gak hitam-merah lagi"celoteh Kyuu.
"Kyuu sekarang terlihat lebih berani, deh. Kagum"puji Kai.
"Miika, Kai, dan Tsubatei benar-benar makin cantik. Sekarang lebih suka pakai rok, ya ?"tanya Kyuu.
"Rok itu indah"jawab Tsubatei.
"Eh, ini siapa ?"tanya Ichigo.
"Ini Hikaru Kajirise. Dia teman Kyuu di Tokyo Elite School"
"Salam kenal, aku Ichigo Fujitama. Ini Miika Arinata. Ini Kai Kireichan. Ini Tsubatei Kataru"jelas Ichigo.
"Salam kenal, ya !"
Bersambung ...
"Nggak sabar ngeliat raut wajah Futa"
"Aku yakin aku harus berkenalan ulang dengan Futa. Huh, menyebalkan"
"Nanti aku kenalkan, deh"
"Seharusnya aku yang mengenalkanmu ke Futa !"
Mereka mengobrol sepanjang jalan sampai akhirnya sampai tepat di depan rumah Futa. Rumahnya sangat besar, wajar, Futa memang orang kaya. Mereka pun mengetuk pintu rumah Futa sangat keras. Sampai ibu Futa keluar dari rumah.
"Ibu Najikawa, apakah Futa-nya ada ?"tanya Kyuu dengan cepat.
"Hmmm ... Futa, ya ? Dia ada di kamarnya, entah mengapa dia merenung terus"
"Kami boleh masuk ?"tanya Hikaru.
"Kamu Hikari Kajirise, kan ? Tentu saja boleh. Kyuu juga boleh"
"Iya, aku Hikari"
Kyuu dan Hikari melangkah sangat pelan menuju kamar Futa. Lalu mengetuk pintunya pelan-pelan, agar tidak mengganggu Futa.
"JANGAN GANGGU FUTA NAJIKAWA !"teriak Futa dari dalam kamar.
"Futa, ini aku ! Aku ! Kyuu sahabatmu !"
Futa membuka pintu. Dia sedang menangis di dalam kamar, entah kenapa. Tapi setelah menemui Kyuu, raut wajahnya berubah. Hati Futa berbunga-bunga, penuh dengan keceriaan dan dia memang sangat bahagia menemui sahabatnya. Rambutnya acak-acakan, bajunya dipenuhi tetesan air mata, dan terdapat tetesan berwarna merah, seperti darah.
"Kyuu ! Aku kangen banget denganmu !"Futa memeluk Kyuu.
"Lho, Futa ? Kok di bajumu ada darah ?"
"Eh ... Hikaru ?"Futa memandang Hikaru lama. "HIKARU SAHABAT DEKATKU !!!"
Hikaru sangat senang, terlihat dari wajahnya. Kyuu juga meneteskan air mata haru. Akhirnya mereka berdua bersatu, seperti impian Kyuu.
"Akhirnya Futa bersatu lagi dengan Hikaru"Kyuu tersenyum. Walaupun rasanya seperti hatinya ditusuk-tusuk.
"Aku tetap jadi sahabatmu yang paling dekat, Kyuu"Futa mengusap air matanya.
"Futa, jawab dulu pertanyaanku !"Hikaru memegang pundah Futa. "Kenapa bajumu penuh darah ??"
"Ng ... ng ... Ini gak kenapa-napa kok, Hikaru ! Mungkin aku cuma mimisan tadi"
"Mimisan di umur 16 tahun itu jarang sekali ! Kecuali yang ..."
"Tenanglah, Hikaru !"
"BERPENYAKIT !"Hikaru terisak.
"Nggak kok, aku nggak berpenyakit. Itu biasa saja. Mungkin cuma kurang minum"Futa mengelap darah dari hidungnya. Lagi-lagi dia mimisan.
Suasana hening. Hikaru masih menangis, menjerit-jerit. Takut sahabat dekatnya, yang sudah lama tidak bertemu itu ... berpenyakit. Padahal terakhir dia bertemu Futa, sangat ceria. Futa sangat sehat. Tapi sekarang ... rambutnya semakin tipis, kulitnya juga pucat. Sungguh mengenaskan menurut Hikaru.
"Daripada memikirkan yang seperti itu, kita main komputer saja, deh"usul Futa.
"Futa, jujurlah padaku. Aku ini sahabatmu yang berhak tau apa pun yang Futa derita. Futa harus mengatakannya. Apa penyakit Futa ? Kok aku belum tau ?"Kyuu menyipitkan matanya.
"Aku takut Kyuu dan Hikaru menjauhkan aku karena takut kecewa"
"Futa, aku berjanji tak akan meninggalkanmu lagi"janji Hikaru.
"Aku mempunyai penyakit yang parah, Hikaru. Aku divonis akan meninggal dalam waktu dekat. Aku terus memikirkan hal itu, terus menerus. Tapi, aku mempunyai keputusan untuk tidak mengungkit-ungkit hal itu. Aku ingin seolah-olah kematianku tidak akan diketahui alasannya, hanya mama, papa dan aku"
"Lalu penyakit Futa itu apa ?"tanya Kyuu.
"Kanker otak. Tapi Kyuu berjanji nggak akan ngejauhin aku, kan ?"
"Tentu saja tidak, Futa"
Kyuu, Futa dan Hikaru akhirnya tidak membicarakan topik itu lagi. Mereka berkeliling di Osaka, menuju tempat nongkrong geng 'Naughty'.
"Ini nih, perubahan pos Naughty. Banyak banget"jelas Futa.
"Indah banget. Ngomong-ngomong anggota geng Naughty-nya pada kemana ?"
"Mungkin lagi di dalam"
Mereka memasuki ruangan pos Naughty, yang sekarang sangat indah. Padahal, dulu itu pos Naughty bergaya Gothic. Sekarang ... Pinky Cute. Indahnya.
"Kyuu !! Futa !! Dan yang satunya !!"panggil Ichigo.
"Ichigo cantik sekali. Benar-benar imut, cantik banget. Apalagi, sekarang Ichigo lebih rapi. Penampilannya gak hitam-merah lagi"celoteh Kyuu.
"Kyuu sekarang terlihat lebih berani, deh. Kagum"puji Kai.
"Miika, Kai, dan Tsubatei benar-benar makin cantik. Sekarang lebih suka pakai rok, ya ?"tanya Kyuu.
"Rok itu indah"jawab Tsubatei.
"Eh, ini siapa ?"tanya Ichigo.
"Ini Hikaru Kajirise. Dia teman Kyuu di Tokyo Elite School"
"Salam kenal, aku Ichigo Fujitama. Ini Miika Arinata. Ini Kai Kireichan. Ini Tsubatei Kataru"jelas Ichigo.
"Salam kenal, ya !"
Bersambung ...
Hancurr
Kayaknya segala hal yang indah yang aku rasakan bersama Sata Asari itu akan hilang seketika -,-. Itu semua emang bener-bener MENYEDIHKAN, tapi aku toh nggak salah. Kali ini aja aku nggak ngelakuin hal bareng seluruh Akinori Kusonoki !! Aku itu lagi bosen. Apalagi harus terus-terusan ... Ini semua emang bener-bener ngebosenin. Lebih baik aku bersama Arisa Aida kali ini. Menyelesaikan hal walaupun nggak bersama Sata Asari dan Kanjiro Mimasuya. Mungkin acaranya diadain lagi karena Sakamae Nakamura belum pernah -,-". Pokoknya aku merasa jadi salah banget, TAPI AKU NGGAK BOLEH NGERASA KAYAK GITU !! Akari itu huebaatt ! Bukan anak yang rendah. Pokoknya Akari pasti bisa !! Dan aku yakin sahabat Sata Asari selain aku, yaitu Akemi Hachirobei, mungkin juga suebeel sama aku. Tapi cuma satu permintaan kok !! Kali ini aja !!! Please. Aku janji aku akan gabung lagi ke acara Akinori Kusonoki, di rumah Sadahige Akimoto atau dirumah Sakutaro Fujimaki !! Wait me again :)
Kyuu Chan 3
Kali ini Kyuu benar-benar bahagia. Orangtuanya menjanjikan Kyuu untuk pergi ke Osaka dan Kanagawa. Dan yang lebih membuat Kyuu berbunga-bunga adalah ... DIA BERANGKAT BERDUA DENGAN HIKARU !!! Wah, pokoknya dari jauh-jauh hari dia sudah mengemaskan barang-barangnya.
"Kyuu ! Trims, ya ! Aku dapat tiket gratis ke Osaka dan Kanagawa dari Kyuu. Orangtuamu baik banget, deh"
"Hikaru nanti akan melihat sahabatku, Futa"
"Oh iya, aku lupa. Ini foto Futa, bukan ??"
Kyuu menatap foto seorang anak perempuan mungil sedang berpegangan tangan dengan Hikaru.
"Mirip sekali dengan Futa ... Tapi, Futa belum pernah cerita"
"Futa itu kan ... Tidak pernah memikirkan suatu hal dengan teliti. Dia pasti berpikir bahwa nama Hikaru itu banyak di Jepang"
"Betul sekali, Hikaru. Kenapa kamu tau dia ?"
"Dia itu sahabatku paling dekat. Aku berjanji akan selalu menyimpan foto itu, agar suatu saat jika kami bertemu ... Kami akan langsung saling mengingat"
"Aku belum percaya dengan cerita Hikaru. Masih belum pasti"
"Futa itu pasti tidak ingin melukaimu, Kyuu. Dia tidak mau Kyuu kecewa karena Kyuu bukan sahabatnya yang paling dekat"
"Tapi aku kan ... tidak akan kecewa"
"Futa itu baik sekali, ya. Dia sangat peduli perasaan orang lain. Dia juga pernah membuatkan tas sulaman yang sangat indah untukku. Dia membuatnya dengan perasaan, hati dan cinta. Aku sayang pada Futa. Tapi dia pernah mengalami kecelakaan ... Menyebabkan dia lupa segala hal yang pernah terjadi"
"Dia melupakan persahabatan Hikaru, ya ?"
"Betul. Tapi, aku tidak ingin memberi tahu Futa kalau dia punya sahabat sangat dekat seperti aku. Aku mau dia tau sendiri, tanpa dibantu orang lain. Dari hati nuraninya"
"Caramu itu memang bagus"
"Trims"
Kyuu masih tidak percaya. Seolah-olah dia merasa dia itu cadangan bagi mereka berdua. Walaupun begitu, dia berharap sewaktu-waktu Hikaru dan Futa bersatu lagi.
Bersambung ...
"Kyuu ! Trims, ya ! Aku dapat tiket gratis ke Osaka dan Kanagawa dari Kyuu. Orangtuamu baik banget, deh"
"Hikaru nanti akan melihat sahabatku, Futa"
"Oh iya, aku lupa. Ini foto Futa, bukan ??"
Kyuu menatap foto seorang anak perempuan mungil sedang berpegangan tangan dengan Hikaru.
"Mirip sekali dengan Futa ... Tapi, Futa belum pernah cerita"
"Futa itu kan ... Tidak pernah memikirkan suatu hal dengan teliti. Dia pasti berpikir bahwa nama Hikaru itu banyak di Jepang"
"Betul sekali, Hikaru. Kenapa kamu tau dia ?"
"Dia itu sahabatku paling dekat. Aku berjanji akan selalu menyimpan foto itu, agar suatu saat jika kami bertemu ... Kami akan langsung saling mengingat"
"Aku belum percaya dengan cerita Hikaru. Masih belum pasti"
"Futa itu pasti tidak ingin melukaimu, Kyuu. Dia tidak mau Kyuu kecewa karena Kyuu bukan sahabatnya yang paling dekat"
"Tapi aku kan ... tidak akan kecewa"
"Futa itu baik sekali, ya. Dia sangat peduli perasaan orang lain. Dia juga pernah membuatkan tas sulaman yang sangat indah untukku. Dia membuatnya dengan perasaan, hati dan cinta. Aku sayang pada Futa. Tapi dia pernah mengalami kecelakaan ... Menyebabkan dia lupa segala hal yang pernah terjadi"
"Dia melupakan persahabatan Hikaru, ya ?"
"Betul. Tapi, aku tidak ingin memberi tahu Futa kalau dia punya sahabat sangat dekat seperti aku. Aku mau dia tau sendiri, tanpa dibantu orang lain. Dari hati nuraninya"
"Caramu itu memang bagus"
"Trims"
Kyuu masih tidak percaya. Seolah-olah dia merasa dia itu cadangan bagi mereka berdua. Walaupun begitu, dia berharap sewaktu-waktu Hikaru dan Futa bersatu lagi.
Bersambung ...
Kyuu Chan 2
Hampir 3 minggu Kyuu tinggal di Tokyo. Akhir-akhir ini dia merindukan Osaka, geng Naughty dan sahabatnya di Osaka, yang bernama Futa. Tapi dia masih trauma dengan keusilan geng Naughty, walaupun sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan musuh lamanya. Dia merasa sangat ingin melihat wajah Ichigo, Miika, Kai dan Tsubatei sekarang. Apa makin cantik ? Atau makin jelek ?
"Aku kangen banget sama Futa"ucap Kyuu ditelepon.
"Kangen denganku ? Apa itu benar ? Kyuu, kamu tau tidak, bagaimana keadaan disini ?"
"Aku menelponmu karena ingin tahu. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan geng Naughty ? Makin usil, ya ?"
"Makin pendiam, lho. Aku juga kaget, Kyuu. Tapi aku lega sekali. Eh, Kyuu tau tidak ?"
"Tau apa ?"
"Ichigo sering menangis di dalam kelas. Sungguh memilukan ! Tapi, kayaknya dia sering mengucapkan kalimat 'aku tidak kejam' berkali-kali. Mungkin udah sadar"
"Udah sadar ? Bagus, deh. Rencananya sih aku ingin liburan di Osaka nanti. Sambut aku, ya ? Aku juga mau ke Kanagawa, nih. Ke rumah nenek"
"Kamu kangen dengan keusilan Ichigo, tidak ?"
"Kangen banget ! Tapi aku lebih kangen dengan Futa"
"Kyuu, kamu memang baik banget. Eh, ngomong-ngomong sahabatmu disana siapa ?"
"Kamu tersinggung, gak ?"
"Tersinggung ? Nggak kok ! Walaupun aku berharap Kyuu tetap menganggapku sahabat paling dekat"
"Futa selalu terdekat, kok. Sahabatku disini namanya Hikari. Dia sih tidak sepintar dan secantik Futa. Tapi, dia baik seperti Futa"
"Oh, begitu ya. Kyuu, sepertinya aku terlalu lama di depan telepon. Nanti kulanjutkan, ya Kyuu. Aku punya tugas kelompok, nih"
"Ya sudah. Bye"
"Bye"
Kyuu tidak menyadari bahwa dia meneteskan air matanya. Dia benar-benar kangen Futa. Tapi, liburan sekolah kan masih lama. Jadi, Kyuu harus sabar. Ya, tapi setidaknya dia yakin pasti akan kembali ke Osaka. Dan ke Kanagawa, kampung halamannya.
Kyuu langsung ke kamarnya, untuk tidur. Sekarang ini sudah larut malam. Besok dia harus berangkat pagi-pagi. Wajar, Tokyo Elite School itu sangat ketat.
"Kyuu, sudah sarapan, belum ?"tanya kak Yuki.
"Sudah, kak. Aku harus berangkat sekarang, bye !"
Kyuu terlihat sangat buru-buru sekolah. Dia tidak sabar bertemu sahabatnya, Hikari. Walaupun dia tetap lebih tidak sabar bertemu Futa.
"KYUU !!!"teriak Hikari di depan gerbang sekolah.
"Hikari ! Kemarin aku menelpon sahabatku di Osaka, lho. Namanya ... coba tebak siapa !"
"Hmmm ... sahabatmu itu, ya ? Di Osaka ? Sepertinya kamu sudah cerita"
"Futa, lho. Keluarga Najikawa !"
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan Futa"
"Ah, masa sih ? Kayaknya nggak mungkin deh"
"Nanti kubawakan fotonya, deh"
Bersambung ...
"Aku kangen banget sama Futa"ucap Kyuu ditelepon.
"Kangen denganku ? Apa itu benar ? Kyuu, kamu tau tidak, bagaimana keadaan disini ?"
"Aku menelponmu karena ingin tahu. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan geng Naughty ? Makin usil, ya ?"
"Makin pendiam, lho. Aku juga kaget, Kyuu. Tapi aku lega sekali. Eh, Kyuu tau tidak ?"
"Tau apa ?"
"Ichigo sering menangis di dalam kelas. Sungguh memilukan ! Tapi, kayaknya dia sering mengucapkan kalimat 'aku tidak kejam' berkali-kali. Mungkin udah sadar"
"Udah sadar ? Bagus, deh. Rencananya sih aku ingin liburan di Osaka nanti. Sambut aku, ya ? Aku juga mau ke Kanagawa, nih. Ke rumah nenek"
"Kamu kangen dengan keusilan Ichigo, tidak ?"
"Kangen banget ! Tapi aku lebih kangen dengan Futa"
"Kyuu, kamu memang baik banget. Eh, ngomong-ngomong sahabatmu disana siapa ?"
"Kamu tersinggung, gak ?"
"Tersinggung ? Nggak kok ! Walaupun aku berharap Kyuu tetap menganggapku sahabat paling dekat"
"Futa selalu terdekat, kok. Sahabatku disini namanya Hikari. Dia sih tidak sepintar dan secantik Futa. Tapi, dia baik seperti Futa"
"Oh, begitu ya. Kyuu, sepertinya aku terlalu lama di depan telepon. Nanti kulanjutkan, ya Kyuu. Aku punya tugas kelompok, nih"
"Ya sudah. Bye"
"Bye"
Kyuu tidak menyadari bahwa dia meneteskan air matanya. Dia benar-benar kangen Futa. Tapi, liburan sekolah kan masih lama. Jadi, Kyuu harus sabar. Ya, tapi setidaknya dia yakin pasti akan kembali ke Osaka. Dan ke Kanagawa, kampung halamannya.
Kyuu langsung ke kamarnya, untuk tidur. Sekarang ini sudah larut malam. Besok dia harus berangkat pagi-pagi. Wajar, Tokyo Elite School itu sangat ketat.
"Kyuu, sudah sarapan, belum ?"tanya kak Yuki.
"Sudah, kak. Aku harus berangkat sekarang, bye !"
Kyuu terlihat sangat buru-buru sekolah. Dia tidak sabar bertemu sahabatnya, Hikari. Walaupun dia tetap lebih tidak sabar bertemu Futa.
"KYUU !!!"teriak Hikari di depan gerbang sekolah.
"Hikari ! Kemarin aku menelpon sahabatku di Osaka, lho. Namanya ... coba tebak siapa !"
"Hmmm ... sahabatmu itu, ya ? Di Osaka ? Sepertinya kamu sudah cerita"
"Futa, lho. Keluarga Najikawa !"
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan Futa"
"Ah, masa sih ? Kayaknya nggak mungkin deh"
"Nanti kubawakan fotonya, deh"
Bersambung ...
Langganan:
Komentar (Atom)